Aku mengenalnya dari sahabatku,dia seorang pria yang baik
dan humoris.Ketika itu aku masih duduk di kelas 2 sma.Oya namaku Lala dan dia
bernama Ardian.Dia adalah mahasiswa universitas swasta di kota Semarang.Pertama
kali ku lihat dia ketika acara pensi sma.Entah mengapa aku sering merasakan
getaran-getaran yang aneh ketika
berjumpa dia.Aku tak mengerti perasaan apa itu?tapi sungguh sangat nyaman dan
aku merasa bahagia.Hingga suatu hari,tepatnya pada hari Minggu dia mengirim
sebuah pesan singkat padaku
“kalau kamu gak sibuk,kamu bisa ikut aku latihan sama band
aku.Nanti aku jemput”
From : ardian
Aku langsung mengiyakan ajakan itu.Ini lah saat yang aku
tunggu-tunggu selama ini.Tepat jam 13.00 dia sudah datang menjemputku,aku
merasa gugup.Mata itu begitu cemerlang dan aku terpesona olehnya.Pandangan itu
tak bisa lepas olehku hingga akhirnya dia membuyarkan lamunanku.Sangat malu
pastinya.
Kami langsung bergegas pergi.Siang itu rencananya dia akan
berkumpul dirumah salah satu temannya.Setibanya disana kami langsung jadi bahan
ejekan.Aku tersipu malu dan jantungku berdegup kencang ketika temannya berkata “pacar
baru ya,suka yang manis-manis nih sekarang.” Aduhh rasanya seperti melayang ke
angkasa.Ketika aku sedang asyik dengan khayalanku,tiba-tiba hpnya berdering dan
sempat ku lirik ternyata itu telfon dari sahabatku.Tiba-tiba perasaan aneh
menyelimuti hatiku.Aku merasakan cemburu yang amat sangat.Tetapi aku berusaha
menahannya karena aku sadar aku ini bukan siapa-siapa baginya.
Tak lama kemudian kami berangkat ke studio untuk
berlatih.Sesampainya disana dia langsung mendaftar dan ternyata dia mendapat
waktu latihan jam 4 sore.Karena waktu masih menunjukkan pukul 15.00,akhirnya
kami menunggu di situ.Dia duduk bersebelahan denganku,entah sengaja atau tidak
dia terlalu dekat dan kami seperti menempel menjadi satu.Aku tersipu dan tak mampu
berkata apa-apa.Lagi-lagi mata itu sangat indah dan aku tak bisa berpaling
darinya.Tiba-tiba dia menggodaku dan seketika pipiku memerah karena tersipu
malu.Ohh tuhan jangan biarkan waktu berlalu dengan begitu cepatnya.Aku hanya
ingin punya waktu yang lebih bersamanya.
Waktu menunjukkan pukul 4 dan sesuai jadwal, dia dan
teman-temannya berlatih di studio.Disana aku menjadi penonton,pandanganku tak
pernah lepas darinya.Permainan musiknya yang merdu membuat aku semakin
terpesona.Iseng saja aku mengambil beberapa potret wajahnya.Dalam hati aku
berkata “manis sekali makhluk mu yang satu ini tuhan.” Akupun jadi tersenyum
melihatnya.Mereka selesai latihan pukul 18.00.Aku baru ingat kalau hari ini ada
jadwal les fisika tapi tak apalah aku membolos barang sehari demi dia.
Sebelum pulang aku duduk berdua dengannya di depan teras
rumah temannya.Tak disangka hpku sudah berada di genggamannya.Sontak aku
terkejut,bagaimana bisa?aku berusaha merebut hpku tapi yang ada aku malah
semakin dekat dengannya dan hampir saja jatuh dalam peluknya.Aku malu banget
ditambah lagi ketika dia melihat kalau tadi aku ambil potret dia secara
diam-diam.Tengsin banget rasanya,apalagi ekspresinya cuma senyum-senyum gak
jelas gitu.Lengkap deh malunya.Tapi lagi-lagi mata itu mampu
menghipnotisku,membuat aku terpesona olehnya.Cukup lama kami saling bertukar
pandang dan aku baru sadar kalau waktu udah menunjukkan pukul 18.30.Aku harus
segera pulang.Dia mengantarku pulang sampai di depan gang.
Setelah hari itu kami semakin dekat.Akan tetapi kedekatan
kami tak berlangsung lama ketika aku tau dia sedang dekat dengan sahabatku
sendiri.Untuk awalnya aku merasa kedekatan mereka adalah hal yang biasa namun
setelah aku tau ternyata mereka punya perasaan yang sama.Hatiku sakit,rasanya
seperti hancur berkeping-keping.Hal ini yang membuat aku semakin jauh
dengannya.Aku merasakan sakit yang begitu dalam pikiranku terus
berkecamuk.Untuk apa pertemuan kita selama ini dan untuk apa tatapan itu?Ingin
menangis tapi tak bisa.Aku tak menyerah begitu saja.Cintaku masih tetap
bertahan dengannya.
Hingga suatu hari aku meminjam flashdishnya
dengan alasan meminta contoh soal ujian.Aku fikir semua ini akan berjalan mulus
untuk memulai semuanya dari awal lagi.Ketika itu hujan lebat aku memintanya
menemuiku karena aku ingin mengembalikkan fd nya.Ketika kami sedang asyik
mengobrol berdua tiba-tiba sahabatku datang menghampiri kami berdua.Mereka
berdua terlihat akrab sekali membuatku merasa cemburu.Tapi lagi-lagi aku tak
punya alasan untuk cemburu padanya karena aku bukan siapa-siapa baginya.Aku
hanya bisa menangis dalam hati.Betapa bodohnya aku terlalu berharap dengan
semua harapan kosong ini.Rasanya sudah tak tahan lagi akupun berlari menembus
hujan dan menangis bersama hujan.Aku berharap dia akan mengejarku namun semua
itu hanyalah khayalanku!Mulai saat ini akupun bertekad menghapus namanya dari
hatiku.
Karena peristiwa itu kami menjadi
semakin jauh bahkan seperti ada jurang pembatas di antara kami apalagi setelah
dia tahu bahwa aku menyukainya sejak dulu.Lama sekali ia menghilang begitu saja
dan tak ada kabar sampai kira-kira setahun lamanya.Akhirnya aku mengetahui
kabar bahwa dia sedang tergolek lemas karena suatu penyakit.Aku sedih sekali mendengarnya.Sahabatku mengajakku untuk
menjenguknya namun aku menolaknya dengan alasan aku sedang sibuk untuk
persiapan ujian.Sebenarnya itu hanya alasan karena kutau dia akan lebih bahagia
jika bersama sahabatku daripada aku.Beberapa minggu kemudian aku mendengar
kabarnya mulai membaik dan syukurlah alhamdulillah aku merasa senang.
Tetapi malam itu di sekitar
pertengahan bulan april aku mendapat sebuah kabar yang sangat mengejutkan.Aku
tak mampu membaca pesan singkat dari sahabatku itu
“inalillahiwainaillahirojiun,kita
harus merelakan dia la, ardian udah meninggal tadi dirumah sakit karena
penyakit livernya.”
Tak kuasa air mataku menetes
kurasakan bumi seperti berhenti untuk berputar.Aku seperti melayang dan tak
kuasa untuk tetap berdiri.Ku ingin berteriak,kenapa TUHAN secepat itu
mengambilnya dariku?belum sempat ku ucapkan kata maaf padanya belum sempat
kukatakan bahwa aku sangat mencintainya.Aku sadar bahwa selama ini cintaku tak
pernah mati untuknya semuanya masih tersimpan rapi di hati kecilku.Aku
kehilangan mata indah itu dan aku kehilangan separuh hatiku
Aku hanya bisa menangis dan
berharap aku akan bertemu dengan dia mata indahku suatu saat nanti..
dan akhirnya aku tahu, bahwa
itulah cara dia mencintai seseorang
dia akan mengujinya kemudian
menilainya apakah layak untuk menjadi belahan jiwanya..