Senin, 16 Juni 2014

SELAMAT JALAN MATA INDAH..

Aku mengenalnya dari sahabatku,dia seorang pria yang baik dan humoris.Ketika itu aku masih duduk di kelas 2 sma.Oya namaku Lala dan dia bernama Ardian.Dia adalah mahasiswa universitas swasta di kota Semarang.Pertama kali ku lihat dia ketika acara pensi sma.Entah mengapa aku sering merasakan getaran-getaran  yang aneh ketika berjumpa dia.Aku tak mengerti perasaan apa itu?tapi sungguh sangat nyaman dan aku merasa bahagia.Hingga suatu hari,tepatnya pada hari Minggu dia mengirim sebuah pesan singkat padaku
“kalau kamu gak sibuk,kamu bisa ikut aku latihan sama band aku.Nanti aku jemput”
From : ardian
Aku langsung mengiyakan ajakan itu.Ini lah saat yang aku tunggu-tunggu selama ini.Tepat jam 13.00 dia sudah datang menjemputku,aku merasa gugup.Mata itu begitu cemerlang dan aku terpesona olehnya.Pandangan itu tak bisa lepas olehku hingga akhirnya dia membuyarkan lamunanku.Sangat malu pastinya.
Kami langsung bergegas pergi.Siang itu rencananya dia akan berkumpul dirumah salah satu temannya.Setibanya disana kami langsung jadi bahan ejekan.Aku tersipu malu dan jantungku berdegup kencang ketika temannya berkata “pacar baru ya,suka yang manis-manis nih sekarang.” Aduhh rasanya seperti melayang ke angkasa.Ketika aku sedang asyik dengan khayalanku,tiba-tiba hpnya berdering dan sempat ku lirik ternyata itu telfon dari sahabatku.Tiba-tiba perasaan aneh menyelimuti hatiku.Aku merasakan cemburu yang amat sangat.Tetapi aku berusaha menahannya karena aku sadar aku ini bukan siapa-siapa baginya.
Tak lama kemudian kami berangkat ke studio untuk berlatih.Sesampainya disana dia langsung mendaftar dan ternyata dia mendapat waktu latihan jam 4 sore.Karena waktu masih menunjukkan pukul 15.00,akhirnya kami menunggu di situ.Dia duduk bersebelahan denganku,entah sengaja atau tidak dia terlalu dekat dan kami seperti menempel menjadi satu.Aku tersipu dan tak mampu berkata apa-apa.Lagi-lagi mata itu sangat indah dan aku tak bisa berpaling darinya.Tiba-tiba dia menggodaku dan seketika pipiku memerah karena tersipu malu.Ohh tuhan jangan biarkan waktu berlalu dengan begitu cepatnya.Aku hanya ingin punya waktu yang lebih bersamanya.
Waktu menunjukkan pukul 4 dan sesuai jadwal, dia dan teman-temannya berlatih di studio.Disana aku menjadi penonton,pandanganku tak pernah lepas darinya.Permainan musiknya yang merdu membuat aku semakin terpesona.Iseng saja aku mengambil beberapa potret wajahnya.Dalam hati aku berkata “manis sekali makhluk mu yang satu ini tuhan.” Akupun jadi tersenyum melihatnya.Mereka selesai latihan pukul 18.00.Aku baru ingat kalau hari ini ada jadwal les fisika tapi tak apalah aku membolos barang sehari demi dia.
Sebelum pulang aku duduk berdua dengannya di depan teras rumah temannya.Tak disangka hpku sudah berada di genggamannya.Sontak aku terkejut,bagaimana bisa?aku berusaha merebut hpku tapi yang ada aku malah semakin dekat dengannya dan hampir saja jatuh dalam peluknya.Aku malu banget ditambah lagi ketika dia melihat kalau tadi aku ambil potret dia secara diam-diam.Tengsin banget rasanya,apalagi ekspresinya cuma senyum-senyum gak jelas gitu.Lengkap deh malunya.Tapi lagi-lagi mata itu mampu menghipnotisku,membuat aku terpesona olehnya.Cukup lama kami saling bertukar pandang dan aku baru sadar kalau waktu udah menunjukkan pukul 18.30.Aku harus segera pulang.Dia mengantarku pulang sampai di depan gang.
Setelah hari itu kami semakin dekat.Akan tetapi kedekatan kami tak berlangsung lama ketika aku tau dia sedang dekat dengan sahabatku sendiri.Untuk awalnya aku merasa kedekatan mereka adalah hal yang biasa namun setelah aku tau ternyata mereka punya perasaan yang sama.Hatiku sakit,rasanya seperti hancur berkeping-keping.Hal ini yang membuat aku semakin jauh dengannya.Aku merasakan sakit yang begitu dalam pikiranku terus berkecamuk.Untuk apa pertemuan kita selama ini dan untuk apa tatapan itu?Ingin menangis tapi tak bisa.Aku tak menyerah begitu saja.Cintaku masih tetap bertahan dengannya.
 Hingga suatu hari aku meminjam flashdishnya dengan alasan meminta contoh soal ujian.Aku fikir semua ini akan berjalan mulus untuk memulai semuanya dari awal lagi.Ketika itu hujan lebat aku memintanya menemuiku karena aku ingin mengembalikkan fd nya.Ketika kami sedang asyik mengobrol berdua tiba-tiba sahabatku datang menghampiri kami berdua.Mereka berdua terlihat akrab sekali membuatku merasa cemburu.Tapi lagi-lagi aku tak punya alasan untuk cemburu padanya karena aku bukan siapa-siapa baginya.Aku hanya bisa menangis dalam hati.Betapa bodohnya aku terlalu berharap dengan semua harapan kosong ini.Rasanya sudah tak tahan lagi akupun berlari menembus hujan dan menangis bersama hujan.Aku berharap dia akan mengejarku namun semua itu hanyalah khayalanku!Mulai saat ini akupun bertekad menghapus namanya dari hatiku.
Karena peristiwa itu kami menjadi semakin jauh bahkan seperti ada jurang pembatas di antara kami apalagi setelah dia tahu bahwa aku menyukainya sejak dulu.Lama sekali ia menghilang begitu saja dan tak ada kabar sampai kira-kira setahun lamanya.Akhirnya aku mengetahui kabar bahwa dia sedang tergolek lemas karena suatu penyakit.Aku sedih sekali  mendengarnya.Sahabatku mengajakku untuk menjenguknya namun aku menolaknya dengan alasan aku sedang sibuk untuk persiapan ujian.Sebenarnya itu hanya alasan karena kutau dia akan lebih bahagia jika bersama sahabatku daripada aku.Beberapa minggu kemudian aku mendengar kabarnya mulai membaik dan syukurlah alhamdulillah aku merasa senang.
Tetapi malam itu di sekitar pertengahan bulan april aku mendapat sebuah kabar yang sangat mengejutkan.Aku tak mampu membaca pesan singkat dari sahabatku itu
“inalillahiwainaillahirojiun,kita harus merelakan dia la, ardian udah meninggal tadi dirumah sakit karena penyakit livernya.”
Tak kuasa air mataku menetes kurasakan bumi seperti berhenti untuk berputar.Aku seperti melayang dan tak kuasa untuk tetap berdiri.Ku ingin berteriak,kenapa TUHAN secepat itu mengambilnya dariku?belum sempat ku ucapkan kata maaf padanya belum sempat kukatakan bahwa aku sangat mencintainya.Aku sadar bahwa selama ini cintaku tak pernah mati untuknya semuanya masih tersimpan rapi di hati kecilku.Aku kehilangan mata indah itu dan aku kehilangan separuh hatiku
Aku hanya bisa menangis dan berharap aku akan bertemu dengan dia mata indahku suatu saat nanti..
dan akhirnya aku tahu, bahwa itulah cara dia mencintai seseorang
dia akan mengujinya kemudian menilainya apakah layak untuk menjadi belahan jiwanya..