Massage:
From: mr. C
besok
insyaallah aku akan pulang ke Semarang.Kamu kuliahnya libur kan?
Me :enggak sih
tapi aku masuk siang memang knp?
Mr. C :aku
pengen bertemu kamu.Aku kangen kamu.Bolehkan?
Me :tentu J
Semalaman aku
tak bisa tidur hanya memikirkan hal ini.Kira-kira bagaimana ekspresi kami saat
bertemu untuk pertama kali setelah berpisah?apakah masih sehangat dulu?Apakah
aku bisa bicara dengan baik di hadapannya? Karena entah mengapa aku selalu
gugup jika berada di sampingnya.Aku memikirkan hal ini sampai tak terasa
ternyata aku telah tertidur lelap.
Keesokan
harinya aku sengaja bangun lebih awal karena hari ini adalah hari yang sangat
istimewa bagiku.iyapss.. aku akan bertemu dengan dia..
Aku lekas mandi
dan membereskan rumah.Aku juga mengirimkan beberapa pesan ke dia.Tetapi tak ada
balasan satu katapun dari dia.Sempat aku berfikir apa dia membohongiku?Namun
segera kutepis fikiran itu jauh-jauh dari bennakku.Beberapa menit kemudian ada
balasan dari dia.
Message
Mr.C : maaf ya
kemarin belum sempet kabarin kamu,soalnya aku capek terus juga hujan.
Me : iya gak
papa kok
Lama tak ada
balsan dari dia kemudian ku kirim lagi pesan singkat untuknya.
Me : kamu mau
pulang jam berapa?
Satu jam
kemudian
Mr. C ; ini mau
siap-siap pulang kok.
Me :
iyakah?hati-hati dijalan ya?
Mr. C : iya
makasih ya
Seketika itu
pikiran itu kembali muncul.Apakah kamu hanya mempermainkan aku saja?Atau kamu
lupa?kamu berjanji untuk menemuiku hari ini L.Setelah pesan terakhir itu aku
tak mampu berkata-kata lagi.Moodku jadi jelek sekali.Ada yang sakit
disana.Sesak rasanya.Tetapi aku harus bersabar.Aku harus menahan air
mataku.Karena sebentar lg ada kuliah siang, maka aku segera bergegas berangkat
menuju kampus.Disepanjang jalan aku terus memikirkan hal ini.Dengan ragu aku
mengiriminya sebuah pesan
Me : kamu sudah
pulang ya?
Me ;yahhh kamu
sudah naik bus ya?
Me : aku pengen
ketemu L
Mr. C :
belum kok,aku masih di tempat budhe.
Me : memang
kamu mau pulang jam berapa?
Mr. C : belum
tau sih.
Me : uhmm gt
yaudah.
Aku tak bisa
berkata-kata apalagi.Kufikir percuma saja jika aku..
Ahh sudahlah
sebaiknya sekarang aku fokus kuliah siang.Tapi!seolah-olah semua sudah diatur
oleh takdir,aku tak bisa fokus hari ini dan semuanya terlihat begitu
membosankan.Aku ingin kuliah siang ini segera berakhir.Dan ternyata doaku
dikabulkan tepat jam 13.30 makul siang ini telah usai.Berkali-kali aku buka
ponselku dan tidak ada pesan satupun yang masuk.Begitu menjemukkan dan
menjengkelkan.Setelah itu kuputuskan untuk segera pulang,karena sebentar lagi
sepertinya hujan akan turun.Jika melihat langit yang diselimuti oleh mendung
yang menggelayut.Benar saja saat aku menaikki bus hujan pun turun.Aku berharap
saat aku menaikki bus itu dia juga menjadi salah satu penumpang di
dalamnya.Sampai-sampai aku lirik semua orang yang masuk ke dalam bus.
Aku juga bisa merasakan
bahwa orang-orang itu sepertinya tidak nyaman dengan tingkahku.Kulirik
arlojiku,jam menunjukkan tepat pukul 15.00 wib. Dan lagi-lagi tak ada satupun
pesan yang masuk.Perasaanku mulai hancur,fikiranku mulai kacau.Bagaimana
tidak?aku fikir hari ini adalah hari istimewa dimana aku bisa bertemu dia
walaupun sebentar saja.Tapi kenyataannya..
Tetapi aku tak
menyerah begitu saja.Aku meperhatikan setiap penumpang yang masuk kedalam
bus.Namun tak satupun kutemukan dia.Padahal aku berharap dia adalah salah satu
penumpang dari bus ini.
Tak berapa lama
aku sudah sampai di ujung jalan.Hujan turun begitu derasnya,sebelum turun dari
bus aku sempat memperhatikan para penumpang yang ada disana,aku berharap dapat
menemukannya.
Aku berdiri di
ujung jalan.Aku berharap dia akan datang,aku harap aku dapat melihatnya.Ketika
itu jam menunjukkan pukul 16.00.Aku menunggunya dibawah hujan.Aku tak perduli
meski badanku mulai basah kuyup.Aku tak perduli meski badanku mulai menggigil
karena dingin.Aku hanya ingin dia,aku hanya ingin melihat senyumnya.
Dan kusadari
betapa bodohnya aku ini!mengapa aku masih menunggunya?jelas-jelas dia hanya
mempermainkan aku.Kenapa aku masih menantinya,berharap dia akan datang
memelukku dalam hujan :’( .
Aku bergegas
pulang dan menghangatkan tubuh serta mengganti pakaianku yang basah kuyup.Aku
sempat mengirim dia pesan.
Me : kenapa
kamu pulang gak pamitan aku dulu?
Me : kenapa
kamu tega begitu?
Me : kenapa
kamu gak ngabarin aku?
Tepat pukul
21.00 dia membalas pesanku.
Mr. C :
maaf..maaf
Me : y
Mr .C : marah
Me :
enggak,kenapa aku harus marah?aku gak punya hak.aku bukan siapa*,aku ngerasa
bodoh aja,hahahaha konyol.
Mr. C :yakin?
Yaudah kalau begitu.
Rasanya seperti
disayat belati kemudian disiram asam cuka.Kurasakan ada yang luka disana.sesak
sekali,terasa sakit.Bodoh sekali aku ini.berharap pada hal yang
mustahil.Kubuang waktuku hanya untuk sebuah penantian yang tak pasti.Hanya
dengan berteman hujan aku menunggunya di ujung jalan dalam sebuah penantian dan
harapan yang tak pasti.Aku merasa seperti dipermainkan!Mengapa memberiku
harapan jika tak ingin aku hadir di dalamnya?Apakah aku ini hanya sebuah
selingan atau pilihan terakhir ketika kamu tak lagi mempunyai pilihan yang
lain?
Jika iya,maka
begitu jahatnya kamu.Membuatku menangis untuk yang kesekian kalinya.
Tidakkah kamu
sadar,bahwa aku terluka karenamu..