Kamis, 05 Maret 2015

MENANTI BERSAMA HUJAN

    Hari ini aku merasa senang mendengar kabar bahwa kamu akan pulang.Apalagi pesan itu langsung datang dari kamu sendiri,yahh walaupun hanya lewat sebuah pesan singkat.Tapi cukup membuatku bahagia.Entah kapan terakhir aku bertemu denganmu.Sejak perpisahan kita yang menyakitkan itu.Rasanya aku tak sabar menanti hari esok.Aku tak sabar untuk bertemu denganmu.Walaupun hanya semenit saja setidaknya aku dapat melihat wajahmu  lagi setelah kita berpisah.Berulang kali aku baca pesan terakhir yang kamu kirim.
Massage:
From: mr. C
besok insyaallah aku akan pulang ke Semarang.Kamu kuliahnya libur kan?
Me :enggak sih tapi aku masuk siang memang knp?
Mr. C :aku pengen bertemu kamu.Aku kangen kamu.Bolehkan?
Me :tentu J
Semalaman aku tak bisa tidur hanya memikirkan hal ini.Kira-kira bagaimana ekspresi kami saat bertemu untuk pertama kali setelah berpisah?apakah masih sehangat dulu?Apakah aku bisa bicara dengan baik di hadapannya? Karena entah mengapa aku selalu gugup jika berada di sampingnya.Aku memikirkan hal ini sampai tak terasa ternyata aku telah tertidur lelap.
Keesokan harinya aku sengaja bangun lebih awal karena hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagiku.iyapss.. aku akan bertemu dengan dia..
Aku lekas mandi dan membereskan rumah.Aku juga mengirimkan beberapa pesan ke dia.Tetapi tak ada balasan satu katapun dari dia.Sempat aku berfikir apa dia membohongiku?Namun segera kutepis fikiran itu jauh-jauh dari bennakku.Beberapa menit kemudian ada balasan dari dia.
Message
Mr.C : maaf ya kemarin belum sempet kabarin kamu,soalnya aku capek terus juga hujan.
Me : iya gak papa kok
Lama tak ada balsan dari dia kemudian ku kirim lagi pesan singkat untuknya.
Me : kamu mau pulang  jam berapa?
Satu jam kemudian
Mr. C ; ini mau siap-siap pulang kok.
Me : iyakah?hati-hati dijalan ya?
Mr. C : iya makasih ya
Seketika itu pikiran itu kembali muncul.Apakah kamu hanya mempermainkan aku saja?Atau kamu lupa?kamu berjanji untuk menemuiku hari ini L.Setelah pesan terakhir itu aku tak mampu berkata-kata lagi.Moodku jadi jelek sekali.Ada yang sakit disana.Sesak rasanya.Tetapi aku harus bersabar.Aku harus menahan air mataku.Karena sebentar lg ada kuliah siang, maka aku segera bergegas berangkat menuju kampus.Disepanjang jalan aku terus memikirkan hal ini.Dengan ragu aku mengiriminya sebuah pesan
Me : kamu sudah pulang ya?
Me ;yahhh kamu sudah naik bus ya?
Me : aku pengen ketemu L
Mr. C  : belum kok,aku masih di tempat budhe.
Me : memang kamu mau pulang jam berapa?
Mr. C : belum tau sih.
Me : uhmm gt yaudah.
Aku tak bisa berkata-kata apalagi.Kufikir percuma saja jika aku..
Ahh sudahlah sebaiknya sekarang aku fokus kuliah siang.Tapi!seolah-olah semua sudah diatur oleh takdir,aku tak bisa fokus hari ini dan semuanya terlihat begitu membosankan.Aku ingin kuliah siang ini segera berakhir.Dan ternyata doaku dikabulkan tepat jam 13.30 makul siang ini telah usai.Berkali-kali aku buka ponselku dan tidak ada pesan satupun yang masuk.Begitu menjemukkan dan menjengkelkan.Setelah itu kuputuskan untuk segera pulang,karena sebentar lagi sepertinya hujan akan turun.Jika melihat langit yang diselimuti oleh mendung yang menggelayut.Benar saja saat aku menaikki bus hujan pun turun.Aku berharap saat aku menaikki bus itu dia juga menjadi salah satu penumpang di dalamnya.Sampai-sampai aku lirik semua orang yang masuk ke dalam bus.
Aku juga bisa merasakan bahwa orang-orang itu sepertinya tidak nyaman dengan tingkahku.Kulirik arlojiku,jam menunjukkan tepat pukul 15.00 wib. Dan lagi-lagi tak ada satupun pesan yang masuk.Perasaanku mulai hancur,fikiranku mulai kacau.Bagaimana tidak?aku fikir hari ini adalah hari istimewa dimana aku bisa bertemu dia walaupun sebentar saja.Tapi kenyataannya..

Tetapi aku tak menyerah begitu saja.Aku meperhatikan setiap penumpang yang masuk kedalam bus.Namun tak satupun kutemukan dia.Padahal aku berharap dia adalah salah satu penumpang dari bus ini.
Tak berapa lama aku sudah sampai di ujung jalan.Hujan turun begitu derasnya,sebelum turun dari bus aku sempat memperhatikan para penumpang yang ada disana,aku berharap dapat menemukannya.
Aku berdiri di ujung jalan.Aku berharap dia akan datang,aku harap aku dapat melihatnya.Ketika itu jam menunjukkan pukul 16.00.Aku menunggunya dibawah hujan.Aku tak perduli meski badanku mulai basah kuyup.Aku tak perduli meski badanku mulai menggigil karena dingin.Aku hanya ingin dia,aku hanya ingin melihat senyumnya.
Dan kusadari betapa bodohnya aku ini!mengapa aku masih menunggunya?jelas-jelas dia hanya mempermainkan aku.Kenapa aku masih menantinya,berharap dia akan datang memelukku dalam hujan :’( .
Aku bergegas pulang dan menghangatkan tubuh serta mengganti pakaianku yang basah kuyup.Aku sempat mengirim dia pesan.
Me : kenapa kamu pulang gak pamitan aku dulu?
Me : kenapa kamu tega begitu?
Me : kenapa kamu gak ngabarin aku?
Tepat pukul 21.00 dia membalas pesanku.
Mr. C : maaf..maaf
Me : y
Mr .C : marah
Me : enggak,kenapa aku harus marah?aku gak punya hak.aku bukan siapa*,aku ngerasa bodoh aja,hahahaha konyol.
Mr. C :yakin? Yaudah kalau begitu.
Rasanya seperti disayat belati kemudian disiram asam cuka.Kurasakan ada yang luka disana.sesak sekali,terasa sakit.Bodoh sekali aku ini.berharap pada hal yang mustahil.Kubuang waktuku hanya untuk sebuah penantian yang tak pasti.Hanya dengan berteman hujan aku menunggunya di ujung jalan dalam sebuah penantian dan harapan yang tak pasti.Aku merasa seperti dipermainkan!Mengapa memberiku harapan jika tak ingin aku hadir di dalamnya?Apakah aku ini hanya sebuah selingan atau pilihan terakhir ketika kamu tak lagi mempunyai pilihan yang lain?
Jika iya,maka begitu jahatnya kamu.Membuatku menangis untuk yang kesekian kalinya.
Tidakkah kamu sadar,bahwa aku terluka karenamu..